Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

.

Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Inilah Film yang Paling Banyak Dibajak di 2014

Written By GOJEK #GolekRejeki on Tuesday, December 30, 2014 | 9:09 PM

Dunia bajak-membajak dalam industri kreatif merupakan hal yang paling diperangi oleh pelaku industri. Sudah banyak kerugian yang diderita o;eh para pelaku industri yang mengedepankan kreativitas ini termasuk dalam dunia film.  Berikut 10 film yang paling banyak dibajak di tahun 2014, menurut Excipio:

1. The Wolf of Wall Street
Wolf of Wall Street, sebuah film Hollywood yang dibintangi oleh Leonardo di Caprio, dinobatkan menjadi film yang paling banyak dibajak pada tahun 2014 ini. Menurut Excipio, firma yang mengamati kegiatan pembajakan, film yang pernah dinominasikan untuk penghargaan Oscar ini diunduh sebanyak lebih dari 30 juta kali melalui layanan peer-to-peer Torrent.

2. Frozen
Jumlah unduhan terbanyak kedua, seperti dikutip KompasTekno dari Business Insider, Selasa (30/12/2014), dalam tahun 2014 ini adalah film animasi Frozen. Film yang terkenal dengan lagu tema Let It Go ini tercatat mendapat jumlah unduhan  29,919 juta kali

3. RoboCop

Di posisi ketiga, terdapat film RoboCop dengan jumlah unduhan 29,879 juta kali. Menurut Excipio, angka ini sebenarnya merupakan gabungan antara film RoboCop versi reboot pada tahun 2014 dan versi pertama pada tahun 1987. Tidak disebutkan secara mendetail, jumlah unduhan dari kedua versi tersebut

4. Gravity
Diunduh: 29,357 juta kali

5. The Hobbit: The Desolation of Smaug

Diunduh: 27,627 juta kali

6. Thor: The Dark World

Diunduh: 25,749 juta kali

7. Captain America: The Winter Soldier

Diunduh: 25,628 juta kali

8. The Legend of Hercules

Diunduh: 25,137 juta kali

9. X-Men: Days of Future Past
Diunduh: 24,380 juta kali

10. 12 Years a Slave

Diunduh: 23,653 juta kali

Sumber: Business Insider
Editor: Wicak Hidayat/kompas.com
9:09 PM | 0 komentar

“Aneka Ria Sinema” Kolaborasi Apresiasi Film Indonesia Jepang

Written By GOJEK #GolekRejeki on Monday, December 8, 2014 | 7:51 AM

JAKARTA, suaramerdeka.com - Program pemutaran dan diskusi film antara pegiat perfilman Indonesia dan Jepang akan bergulir selama lima hari. Dua tema kunci yang akan dibahas adalah keragaman sinema dan pengalaman menonton. Aneka Ria Sinema akan berlangsung di dua kota, Yogyakarta pada 6-8 Desember 2014, dan Jakarta pada 9-10 Desember 2014.

Sebagaimana dijelaskan Adrian Jonathan selaku panitia Aneka Ria Sinema, masyarakat yang beragam membutuhkan film yang beragam pula. Dalam kerangka ini, menurut dia, film tidak dilihat sebagai hasil kerja kreatif dari berbagai lini produksi semata, tapi juga sebagai medium pertukaran gagasan, nilai, dan pengalaman. “Kondisi yang ada sekarang adalah akses masyarakat ke film didominasi jaringan-jaringan bioskop komersil, dengan sedikit sekali akses lewat festival dan inisiatif pemutaran gerilya,” katanya di Jakarta, baru-baru ini. Alhasil, imbuh dia, tidak banyak rupa ragam sinema yang tersalurkan ke masyarakat kita. Hanya film-film tertentu yang bisa tayang di bioskop komersil.

Mengingat masyarakat Indonesia teramat majemuk dalam segi budaya, sosial, ekonomi, kepercayaan, hingga selera politik, perkara keragaman sinema ini menjadi kian mendesak untuk dibahas dan diperjuangkan. Berdasarkan bacaan ini, Yayasan Cipta Citra Indonesia melalui program KOLEKTIF berkolaborasi dengan Documentary Dream Center dan Independent Cinema Guild Japan dalam mengadakan Project to Incubate Audiences for Diverse Cinema  (PIDC).

Kolaborasi dengan Jepang dilakukan karena adanya isu-isu serupa yang Jepang alami terkait pengupayaan keragaman sinema bagi masyarakatnya. Proyek ini bersifat lintas negara: perwakilan Indonesia memutar keliling sejumlah film nasional di Jepang, kemudian perwakilan Jepang melakukan hal serupa di Indonesia. Di antara pemutaran-pemutaran itu dilakukan sejumlah forum diskusi dengan pembuat film, pegiat komunitas, dan penonton. Dua tema kunci yang dibahas: keragaman sinema dan pengalaman menonton.

Seluruh kegiatan dalam rangkaian Aneka Ria Sinema terbuka untuk umum. Informasi selengkapnya perihal acara ini dapat dilihat di situs resmi Yayasan Kolektif (http://kolektif.id).

(Benny Benke/CN38/www.suaramerdeka.com)
7:51 AM | 0 komentar

Shaun The Sheep Movie, Siap Bergokil Ria

Written By GOJEK #GolekRejeki on Thursday, December 4, 2014 | 8:02 PM

Adakah diantara pemirsa yang nggak mengenal Shaun The Sheep?  Tingkah cerdik nan lucu seekor domba bersama keluarganya yang selalu bisa mengelabui tuannya untuk berbuat sesukanya. Setelah sukses dengan serial televisinya, kini petualangan dari Shaun dan kawan-kawan bakal siap hadir di layar lebar. 

Relativity Media baru saja merilis trailer pertama dari SHAUN THE SHEEP MOVIE pada Jumat (28/11) kemarin. Video yang berdurasi dua menit ini menceritakan keseruan dan kegilaan Shaun and the gank saat menikmati waktu libur mereka. Mereka mempunyai rencana licik untuk menghipnotis tuan mereka agar tertidur dan menaruhnya ke dalam sebuah mobil van bekas.

Nggak diduga ternyata mobil van tersebut malah meluncur tanpa kendali. Nah, gara-gara hal ini, Shaun, Bitzer dan lainnya terpaksa harus menyelamatkan dan menemukan tuan mereka kembali.

Akhirnya petualngan seru dan konyol pun dimulai, mulai dari menyamar sebagai warga kota hingga berurusan dengan para penangkap hewan liar. Berdasarkan informasi dari pembuatnya, Shaun The Sheep Movie ini bakal rilis di bioskop  pada 24 April 2015 mendatang. Jadi, jangan lupa ajak anak, adik, atau ponakan anda untuk segera meyaksikannya di bioskop kesayangam anda.
8:02 PM | 0 komentar

Cecil B DeMille Award untuk George Clooney

Written By GOJEK #GolekRejeki on Saturday, September 27, 2014 | 9:23 AM


Bagi Filmania, berbagai penghargaan yang ada di dunia perfilm-an tentu saja hapal di luar kepala, termasuk penghargaan Cecil B DeMille Award, yaitu sebuah penghargaan dari Golden Globe.  Cecil B DeMille Award merupakan penghargaan bagi  siapa saja yang dianggap member sumbangan besar terhadap dunia film di dunia.

Pada tahun 2014 ini, Cecil B DeMille Award jatuh ke tangan actor peraih Oscar yang juga seorang produser dan sutradara film : George Clooney.  Theo Kingma, selaku presiden asosiasi itu mengatkan, penghargaan untuk Clooney, “Berkat kontribusinya yang sangat luar biasa, baik di depan maupun di belakang layar,” katanya seperti dikutip Reuters, Selasa (16/9).

George Clooney,  yang tahun ini menjadi sutradara  sebuah drama berlatar Perang Dunia II, berjudul “The Monuments Men,”  dan film tentang penyadapan telpon sejumlah politisi di Inggris, dan selibritas  yang berjudul “Hack Attack”  adalah peraih dua kali penghargaan Oscar. Pertama sebagai aktor pendukung utama di film “Syriana” dan kedua sebagai produser di tahun 2013 untuk kategori Film Terbaik atau best motion picture di film “Argo.”  Dia juga pernah memenangi tiga Golden Globes, termasuk sebagai aktor utama di film “The Descendants” di 2012, lalu film “O Brother, Where Art Thou?” di 2001.

Berdasarkan rilis yang diberikan oleh  penyelenggara Cecil B DeMille Award, Clooney akan menerima penghargaan itu pada January mendatang di gelaran tahunan Golden Globes Awards, salah sebuah gelaran untuk insan perfilman dan televisi paling bergengsi, yang digagas oleh Hollywood Foreign Press Association.
9:23 AM | 0 komentar

Negeri Tanpa Telinga

Written By GOJEK #GolekRejeki on Monday, January 27, 2014 | 10:27 PM

Lola Amaria sedang menyiapkan sebuah film satir hitam tentang Indonesia, berjudul Negeri Tanpa Telinga. Di film tersebut Lola menjadi produser, sutradara, dan penulis cerita.

Film yang akan menyoroti Indonesia dari kacamata kekuasaan, politik, dan seks itu, menurut Lola di Jakarta, Senin (27/1) petang, akan melihat Indonesia dari kacamata seorang tukang pijit. Film in didukung sejumlah pemain, seperti Lukman Sardi, Ray Sahetapy, Teuku Rifnu, Jenny Chang, Landung Simatupang, Kelly Tandiono, Gary Iskak, dan Tanta Ginting. ''Film terbaru saya ini akan berbeda dengan sejumlah film saya terdahulu," katanya.

Sejatinya, imbuh dia, dari mula film yang dia biayai sendiri itu memang berkisah tentang tukang pijit. "Dan, memang terinspirasi dari kisah seorang tukang pijit," katanya merujuk pada tukang pijit langganannya yang hampir menguasai segala informasi gratis dari sejumlah kliennya, selain Lola sendiri.

Tokoh tukang pijit itu akan dicitrakan secara fiksi pada sosok Naga (Teuku Rifnu), tukang pijit keliling yang memiliki klien dari golongan orang mapan, mulai dari politikus hingga pengusaha, dari menteri hingga anggota Badan Anggaran DPR, dan semua orang penting lainnya. Singkat kata, meski buta, berkat telinganya yang tajam dia mampu menangkap cerita berbagai skandal korupsi dan seks para kliennya.

"Ini film panjang ketiga saya setelah lima tahun. Idenya sekitar empat tahun lalu dan pengembangan tiga tahun lalu. Karena riset dan kendala dana, akhirnya baru bisa saya kerjakan sekarang," katanya.
Ambisius

Lola berharap film itu bisa meledak, meski berangkat dari kisah original, tidak dari novel, sebagaimana film kebanyakan yang beredar akhir-akhir ini.

Ray Sahetapy selaku aktor utama yang berlakon sebagai orang yang berkeinginan menjadi presiden, mengaku senang bisa bekerja sama dengan Lola Amaria. "Saya senang bekerja sama dengan sutradara perempuan. Saya berlakon sebagai tokoh ambisius yang ingin jadi presiden ke depan. Karena itu, tidak ragu-ragu mulai sekarang saya akan terus  mengatakan, "Pilihlah saya jadi presiden," ujar Ray berseloroh. Dia juga mengaku senang berlakon di film ini, karena sering dipijit.

Sebagai film yang di matanya sangat kreatif, karena ceritanya bercermin pada kondisi Indonesia kekinian. Ray yakin Negeri Tanpa Telinga akan sangat menarik perhatian penonton film Indonesia.

Lola menambahkan, sebagai satir, Negeri Tanpa Telinga nggak mau nyindir siapa-siapa aja. ''Tapi, kalau ada yang tersindir, syukur," katanya sembari menjelaskan filmnya kali ini minim bujet.

Dalam pembangunan skenario film ini, Lola berduet dengan Indra Tranggono, penulis lakon Teater Gandrik. "Kita bedah draft skenario sampai tujuh kali," katanya yang menimbang filmnya kali ini bukan sesuatu yang serius.

Dia bersyukur karena didukung sejumlah pemain yang bagus. "Saya berharap yang nonton banyak, karena semua tokoh di film ini semua buruk. Sebagaimana para pejabat yang sering kita tonton di TV. Yang kesannya baik, tapi penjilat dan pencuri. Yang kesannya beriman, tapi banyak selingkuhan," ujar Lola. (www.suaramerdeka.com)
10:27 PM | 0 komentar